JellyPages.com

Sabtu, 28 Desember 2013

Kamu

Kamu, adalah nama yang paling sering aku bicarakan dengan Tuhan. Di ujung-ujung doaku, di tepian sujud-sujudku, nyaris tak pernah lupa kusebut namamu. Meski tanganku tak pernah terlalu dekat meraih ragamu, tapi bait-bait doaku kupastikan menemani setiap langkah dan hari harimu.
Kamu, adalah raut wajah yang paling sering tampak di setiap kali aku memandang jendela kereta. Walaupun yang terhampar di hadapanku hanyalah bumbung-bumbung sawah berwarna hijau, tapi tetap raut wajahmu yang menguasai seluk beluk penglihatanku.
Kamu, adalah tetes hujan yang kubiarkan mengalir di sisi wajahku. Mengalir dalam buaian yang tanpa berima, menyatu menjadi air mata, lalu menyembunyikan semua gundah gulanaku dalam tawa yang tersungging di sudut bibir.
Kamu, adalah langkah yang tak terengkuh, membiarkanku jatuh tanpa sempat tergapai tangan, memberikanku ruang-ruang untuk berharap lalu merindu tanpa berkesudahan. Dan aku, memilih untuk terlarut dalam pengharapan yang kamu berikan.
Kamu, adalah segumpal bayang di masa lalu, namun menepak dan membekas dalam jangka dimensi waktu yang Tuhan hanya tau. Toh, setiap bayang pernah engkau titipkan telah aku tabung dalam deposito perasaan yang aku kunci rapat rapat.
Ini, masih tentang (kamu). Membuka cerita cerita lalu adalah sebuah pengantar menuju langkah yang lebih baru. Dan kamu, memenuhi hampir tiap halaman dari bab cerita masa laluku.
Dan tulisan ini, masih tentang (kamu).
#SerpihanPuisi #RePost