Dirgahayu Indonesia ku.
Berkibarlah merah putihmu diatas tiang kemerdekaan.
Merahmu yang memberanikan.
Putihmu yang mensucikan.
Kepakkan sayap garudamu.
Junjung rasa kebhinekaan.
70 tahun usia kemerdekaan.
Mengucap syukur diatas tanah air tercinta.
Terima kasih para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan dengan jiwa dan raganya.
Heningkan cipta sejenak untuk mengenang arwah para pahlawan.
Nyanyikan lagu kemerdekaan dengan penuh penghayatan.
Teruslah maju tanah airku.
Jadi lebih baik untuk kedepannya.
Sekali merdeka, tetap merdeka!
Salam, dari para generasi penerus bangsa.
Senin, 17 Agustus 2015
Rabu, 05 Agustus 2015
Untuk Mentari...
Semalam bulan terlihat sabit.
Bintang-bintang pun bertebaran di langit.
Tapi, aku masih saja belum melihat adanya bintang yang paling bersinar diantara banyaknya bintang-bintang itu.
Kemana kah?
Sejatinya,
Kau tak perlu mencari bintang yang paling bersinar. Karena bintang-bintang yang terlihat di langit memang sudah bersinar bukan?
Sebaiknya kau tak perlu "mencari" yang paling bersinar, tapi "jadilah" yang paling bersinar. Maka kekuatan sinar itu akan tampak dengan sendirinya.
Suara burung pun mulai berkicauan.
Menunjukkan hari telah berganti.
Cahaya bulan dan bintang mulai meredup karena sebentar lagi akan tergantikan oleh cahaya mentari pagi.
Teruntuk mentari,
Ku tunggu sinarmu di ufuk timur.
Bangunkan aku, jika aku terlalu lelap dalam pengharapan diantara bintang-bintang yang bertebaran di langit.
Yakinkan aku, bahwa sinarmu lebih terang dari bulan dan bintang.
Beri kehangatan, selepas aku yang bertahan melewati rasa dingin semalam.
Sinarmu yang menyinari.
Terikmu yang menguatkan.
Ku tunggu,
Mentariku...
Bintang-bintang pun bertebaran di langit.
Tapi, aku masih saja belum melihat adanya bintang yang paling bersinar diantara banyaknya bintang-bintang itu.
Kemana kah?
Sejatinya,
Kau tak perlu mencari bintang yang paling bersinar. Karena bintang-bintang yang terlihat di langit memang sudah bersinar bukan?
Sebaiknya kau tak perlu "mencari" yang paling bersinar, tapi "jadilah" yang paling bersinar. Maka kekuatan sinar itu akan tampak dengan sendirinya.
Suara burung pun mulai berkicauan.
Menunjukkan hari telah berganti.
Cahaya bulan dan bintang mulai meredup karena sebentar lagi akan tergantikan oleh cahaya mentari pagi.
Teruntuk mentari,
Ku tunggu sinarmu di ufuk timur.
Bangunkan aku, jika aku terlalu lelap dalam pengharapan diantara bintang-bintang yang bertebaran di langit.
Yakinkan aku, bahwa sinarmu lebih terang dari bulan dan bintang.
Beri kehangatan, selepas aku yang bertahan melewati rasa dingin semalam.
Sinarmu yang menyinari.
Terikmu yang menguatkan.
Ku tunggu,
Mentariku...
Langganan:
Postingan (Atom)