Hari itu adalah hari yang paling menyenangkan bagi Via, saat itu ia mendapat sebuah kejutan dari teman dekatnya semasa SMA yang bernama Irham.
Via dan Irham berteman dekat sejak mereka duduk dibangku kelas satu SMA. Kedekatan mereka terlihat akrab, bahkan dianggap oleh teman-teman SMA nya seperti sedang menjalin sebuah hubungan, tetapi mereka hanya berteman dekat.
Hampir tiga tahun lamanya Via dan Irham tidak pernah bertemu lagi, terakhir bertemu saat acara pelepasan sekolah. Setelah itu mereka sibuk dengan kesibukannya masing-masing, tidak terlihat bertemu setiap hari seperti saat mereka masih sekolah. Tapi mereka tetap menjalin komunikasi melalui telepon maupun sebuah pesan, dengan Irham yang selalu menyelipkan sebuah perhatian terhadap Via.
Karena sekian lamanya mereka tidak bertemu menyebabkan Irham rindu dengan Via. Dan Irham memutuskan untuk bertemu dengannya.
-Viii aku kangen, kamu gak kangen sama aku?- Isi sebuah pesan yang dilihat Via dari Irham, pada hari jum'at jam 10 malam.
-Aku juga kangen ham, kangen masa-masa sekolah dulu- balasan Via kepada Ikram.
-Besok sabtu kamu sibuk ga vi?-
-Engga dong, emangnya kenapa ham?-
-Mau nonton bioskop bareng gak? Lagi ada film yg seru lhoo-
-Boleh, jam berapa kamu mau nontonnya ham?-
-Jam 1 siang bisa vi?-
-Bisa kok-
-Karena aku yang ajak, jadi nanti aku jemput ya vi-
-Ham, plis gak usah ngerepotin-
-Engga kok, sama sekali gak ngerepotin malah aku seneng. Aku jemput ya besok, jangan lupa vi, aku mau tidur dulu ya good night-
-Baiklah, good night too ham-
***
Sabtu pagi pun berlangsung. Terlihat ada yang berbeda dari Via pagi itu, ia teringat bahwa nanti siang akan di jemput oleh Irham oleh karena itu ia meminta izin kepada Ibunya terlebih dahulu.
"Bu, nanti siang ada temen semasa SMA aku mau jemput, mau nonton bareng" izin Via.
"Temen kamu yang mana? Siapa namanya?" tanya Ibu.
"Itu bu...i..irham" dengan muka memerah Via mengatakannya.
"Oh Irham, iya Ibu inget. Kok muka kamu langsung merah gitu dek? Hmm Ibu ngerti nih, yaudah Ibu izinin kamu nonton bareng Irham"
"Beneran Ibu izinin aku?"
"Iya bener Ibu izinin"
"Aaaa Ibu emang Ibu yang paling baik, makasih banyak ya bu, Via sayang Ibu" (sambil memeluk Ibu).
"Paling bisa deh kamu ngerayunya, sama-sama putri kecilku yang sudah tumbuh menjadi dewasa" (Ibu mencium kening Via).
Sambil menunggu jam 1 tiba, Via pun membantu Ibu memasak di dapur. Tapi kali ini, ia memasak selalu melihat kearah jam yang terus berputar.
Masakan pun selesai jam 11, masih ada waktu 2 jam lagi menuju jam 1. Via pun istirahat sejenak dan sambil bersiap-siap agar nantinya ia hanya menunggu Irham datang.
Jam menunjukkan pukul 12.50. Via pun sudah terlihat rapi dan sedang duduk manis menunggu kedatangan Irham. Didepan rumah, ada Ibu yang sedang menyiram tanaman. Tak lama terdengar bunyi motor berhenti di depan rumah, dan itu adalah Irham.
"Assalamu'alaikum Ibu, Vianni nya ada?"
"Wa'alaikumsalam, eh dek Irham ya? Udah lama gak keliatan, sebentar ya Ibu panggil Vianni nya"
"Hehe iya baik bu..."
"Vi, Irham udah dateng, udah ada didepan" ucap Ibu kepada Via.
"Baik bu, aku ke depan" jawab Via.
Via pun menghampiri Irham bersama Ibu.
"Dek Irham udah lama gak keliatan nih, sibuk apa sekarang?" tanya Ibu kepada Irham
"Sibuk kerja sambil kuliah saya bu hehe"
"Wah mandiri ya kerja sambil kuliah"
"Hehe Alhamdulillah bu. Bu, saya mau izin nonton sama Via boleh gak bu?"
"Boleh kok, hati-hati dijalan ya dek Irham, Ibu titip Via"
"Baik bu, saya berangkat dulu ya, Assalamu'alaikum..."
"Bu, Via berangkat ya Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam, hati-hati ya Vi, dek Irham"
"Baik bu..." dengan serentak Via dan Irham menjawab.
***
Sesampainya di parkiran sebuah mall Via segera turun dari motor, sambil menunggu Irham yang sedang memarkirkan motornya Via terdiam. Sementara Irham yang sudah selesai memarkirkan motornya menatap Via yang sedang terdiam.
"Hei vi, kok diem"
"Mmm...engga kok cuma lagi liatin orang yang parkir aja hehe"
"Ngeliatin orang yang parkir? Jadi kamu ngeliatin aku vi?"
"Huuu GR, kan yang parkir banyak, GRnya gak ilang-ilang deh dari SMA"
"Iya sama kayak rasa itu vi gak ilang-ilang"
"Haa? Rasa apa ham maksudnya?"
"Eh engga kok bukan apa-apa vi. Yaudah yuk ke atas" (sambil menarik tangan Via dan bergegas menuju ke lantai yang paling atas, letak bioskopnya).
Sampai di bioskop, ternyata pintu theaternya sudah dibuka. Irham dan Via pun segera memesan tiketnya lalu masuk ke dalam ruang theater. Tak lama film pun berlangsung. Ketika film sedang berlangsung, Via teringat dengan yang tadi diucapkan oleh Irham tentang rasa. Entah rasa apa itu, Via pun tidak tahu apa maksud dari ucapan Irham.
Selasa, 08 September 2015
Langganan:
Postingan (Atom)