II. Apa Bentuk Komitmen Saya Kepada Harakah Islmiyah
1. Saya harus mempersembahkan hidup saya untuk Islam
Manusia terbagi menjadi tiga golongan, yaitu :
1) Sebagian manusia mengabdikan hidupnya hanya untuk kehidupan dunia.
Mereka adalah kaum materialis. (Al-An’a, : 29, Al-Jatsiyah : 24)
2) Ada manusia yang hidupnya tidak jelas.
Mereka memiliki keyakinan yang labil dan banyak melakukan penyimpangan, tetapi menganggap semua yang dilakukannya benar dan baik.
3) Manusia yang menganggap kehidupan dunia sebagai ladang baik kehidupan akhirat.
Mereka adalah orang-orang benar-benar beriman, mengerti hakikat hidup, dan nilai dunia dibandingkan nilai akhirat (Al-An’an : 32), dunia tidak membuatnya lalai dan terlena dari tujuan besar hidupnya (Adz-Dzariyat : 56)
4) Bagaimana cara mengabdikan hidup untuk Islam ?
Agar hidup kita benar-benar terarah di jalan Islam dan untuk Islam, maka kita harus mengetahui dan komitmen dengan beberapa hal, yaitu :
ü Mengerti tujuan hidup (Adz-Dzariyat : 56)
ü Mengetahui nilai dunia jika dibandingkan dengan nilai akhirat (At-Taubah : 38)
ü Mengetahui bahwa mati adalah sebuah kepastian dan mau mengambil nasihat darinya (Ar-Rahman : 26-57. Ali Imra : 185)
ü Mengetahui hakikat Islam dengan berusaha memahami (tafaqah), belajar (ta’allum), dan mengerti segenap prinsip aqidah, hokum, hal-hal yang halal dan haram (Tha-Haa : 114)
ü Mengetahu hakikat jahiliah dengan memahami segenap pemikiran, aliran, dan strateginya.
5) Karakter manusia yang mengabdikan hidup untuk Islam
Karakteristik tersebut antara lain :
· Memiliki komitmen konkrit terhadap Islam (Al-“Ashr : 3, Al-Baqarah : 44, Ash-Shaff : 3)
· Memberi perhatian terhadap kemaslahatan Islam.
· Teguh memegang kebenaran dan percaya kepada Allah (Al-Munafiqun : 8, Ali Imran : 139)
· Komitmen dengan perjuangan Islam dan bekerja sama dengan sesame aktivis. (Al-Qashash : 35, Al-Maidah : 2)
2. Saya harus meyakini kewajiban berjuang untuk Islam
Berjuang untuk Islam yakni membangun kepribadian yang mengimplementasikan Islam, baik aqidah maupun akhlak. Alas an keharusan berjuang untuk Islam dan kedudukannya sebagai kewajiban taklifu, bukan kegiatan suka rela adalah :
a. Wajib dari segi prinsip, yaitu memperjuangkan Islam adalah wajib karena merupakan alas an pembebanan taklif kepada seluruh manusia, mulai para Nabi dan Rasul, lalu seluruh manusia (Al-‘Ashr : 1-3, Al-Maidah : 67, Al-Baqarah : 159)
b. Wajib dari segi hukum, yaitu memperjuankan Islam karena terhentinya hakimiyatullah (ajaran Allah sebagai referensi hokum)di bumi dan dominasi undang-undang dan hokum positif buatan manusia atas seluruh Negara dan bangsa, mengharuskan umat islam berjuang membangun masyarakat Islami dan memulai kehidupan islami kembali, serta mengembalikan manusia pada aturan-aturan Allah (An-Nisa’ : 65, Asy-Syura : 10. Al-Maidah : 44,45,47)
c. Wajib secara darurat, yaitu dalam menghadapi setiap tantangan modern dan komspirasi musuh-musuh Islam (An-Anfal : 39)
d. Wajib dalam skala individu dan kolektif, yaitu memperjuangkan Islam adalah tanggung jawab indivisual yang sederajat dengan semua kewajiban dan tanggung jawab agama lainnya (Al-Muddatsir : 38, Maryam : 95, Al-Isra’ : 7). Dari sudut pandang perjuangan Islam menjadi kewajiban individu, maka dari segi tanggung jawab operasional pergerakan dianggap sebagai kewajiban kolektif, hal itu dikarenakan :
- Beban perjuangan Islam terlalu besar untuk dipikul oleh satu orang.
- Langkah-langkah Rasulullah SAW yang berdakwah dengan membangun jama’ah.
- Jalan perjuangan Islam penuh dengan onak dan duri dan diselimuti dengan berbagai bentuk penderitaan (Al-Maidah : 2)
e. Orang yang berjihad pada hakikatnya berjihad untuk kebaikan dirinya sendiri, karena dapat membersihkan diri dan menyucikan jiwa, serta mengerjakan sebagian dari hal Allah yang harus ditunaikan (Al-Ankabut : 6, Muhammad : 38, Al-Furqan : 44, Adz-Dzariyat : 55, Al-‘Ashr : 1-3, Al-Kahfi : 28, Ath-Tahlaq : 2-3, Al-Fath : 10)
3. Harakah Islamiyah : tugas, karakteristik, dan bekal
a. Tugas harakah Islamiyah
Tugas harakah Islamiyah yaitu mengarahkan manusia agar menyembah Allah, baik individu maupun kelompok melalui usaha membangun masyarakat islami yang mengadopsi hukum-hukum dan ajaran-ajarannya dari Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah SAW.
Harakah Islamiyah adalah organisasi global dengan tujuan agar merangkul seluruh aktivitas islam di berbagai belahan dunia Islam.
Adapun tugas harakah Isamiyah adalah mewujudkan hal-hal berikut :
· System pemerintahan internal sebagai realisasi dari firman Allah Q.S Al-Maidah : 49
· System hubungan internasional sebagai realisasi dari firman Allah Q.S Al-Baqarah : 143
· Sistem kehakiman sebagai realisasi dari firman Allah Q.S An-Nisa’ : 65)
· System pertahanan dan kemiliteran sebagai realisasi dari firman Allah Q.S At-Taubah : 41
· System ekonomi yang independen dalam mengatur kekayaan dan harta (An-Nisa’ : 5)
· System pendidikan yang berusaha menghapus kebodohan dan kegelapan serta sesuai dengan pesan agung yang terkandung dalam Q.S Al-Alaq : 1
· System keluarga dan rumah tangga sebagai realisasi dari firman Allah Q.S At-Tahrim : 6
· System pembinaan individu dalam tingkah lakunya sebagai realisasi dari firman Allah Q.S Asy-Syams : 9
· Semangat umum yang mencakup setiap lapisan umat, baik pemerintah maupun rakyat sebagai realisasi dari firman Allah Q.S Al-Qashash : 77
b. Karakteristik prinsip harakah Islamiyah
ü Rabbaniyyah
Persepsi, hokum, akhlak, adat, pemikiran harakah berasal dari agama Allah yang kekal dan risalah-Nya yang terakhir (Islam) (Al-An’am : 162)
ü Independen
Yaitu harakah bersal dari kondisi nyata masyarakat muslim.
ü Modern
Modernitas Islam mengajak manusia agar memanfaatkan hasil inovasi akal mereka dengan syarat tidak keluar dari batas-batas kemaslahatan dan kebaikan secara umum.
ü Komprehensif
Yaitu dakwah tidak terbatas hanya untuk memperbaiki salah satu aspek kehidupan dan melupakan aspek-aspek lain.
ü Menghindari permasalahan-permasalahan khalafiah dalam bidang fiqih
c. Karakteistik pergerakan
· Jauh dari kendali penguasa dan politisi
· Bertahap, yaitu ta’arif (pengenalan), takwin (pembinaan), dan tanfidz (pelaksanaan).
· Lebih banyak beramal dan berkarya daripada melakukan propaganda dan publikasi.
· Taktik bernafas panjang, yaitu tidak tergesa-gesa dan terburu-buru dalam perjalanan dakwah yang panjang, amal dakwah yang berat, dan jihad yang sengit.
· Terbuka dalam aktivitas dan tertutup dalam persiapan.
· Uzlah secara maknawi bukan jasadi
Uzlah (isolasi) disini yaitu keunikan yang membedakan kelompok mukmin dan kelompok kafir. Aktivitas, pergerakan, interaksi, dan dakwah tidak boleh terisolasi dan menyendiri karena jika demikian maka semuanya akan terhenti. Da’I harus selalu berinteraksi dengan masyarakat untuk member pengaruh dan membersihkan.
· Tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, yaitu :
- Berbuat demi kebenaran tidak boleh diloakukan dengan cara-cara yang batil untuk mencapai tujuan dan sasaran, sekalipun cara batil itu hanya slogan atau ucapan (Al-Kahfi : 29)
- Kebenaran adalah satu keutuhan yang tidak dapat dipisah-pisahkan (Al-Kafirun : 1-6)
- Kebenaran harus diperjuangkan dengan kekuatan dan pengorbanan apapun (Thaha : 72-73)
- Orang-orang yang memperjuangkan kebenaran harus sadar, waspada, dan menjaga dirinya dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan mengikuti petunjukkanya (Al-Maidah : 9)
- Kebenaran adalah segala sesuatu yang dinyatakan oleh syariat.
d. Bekal harakah Islamiyah
1. Memiliki keimanan yang sangat dalam, kuat, suci, dan abadi kepada Allah (Ali-imran : 160)
2. Keimanan yang mendalam kepasa manhaj (Al-Maidah : 15-16)
3. Keimanan yang mendalam pada ukhuwah (Al-Hujarat : 10)
4. Keimanan yang mendalam pada balasan (At-Taubah : 120)
5. Percaya dengan diri sendiri.
6. Jihad juga termasuk bekal kita (At-Taubah : 24)
4. Saya harus memahami liku-liku perjuangan Islam dan alas an harus memilih harakah Islamiyah
Kita harus memahami mengapa kita berada di lingkungan harakah Islamiyah, mengetahui sarana-sarana perjuangan Islam.
5. Saya harus memahami dimensi-dimensi dalam berkomitmen kepada harakah Islamiyah
a. Dimensi ideologis (‘aqidy), yaitu keterikatan pada Allah dan mereka berhimpun karena-Nya. (Al-Fath : 10). Menjadi anggota Harakah Islamiyah artinya mengerahkan kekuatan individu untuk kepentingan jamaah, perbuatan yang jernih, bersih, dan suci.
b. Dimensi keanggotaan sepanjang masa (mashiry), yaitu keberadaan anggota harus selaras dengan keberadaan jamaah dalam kondisi apapun (Al-Ankabut : 10-11, Al-Hajj : 11, Ali Imran : 146-148). Dakwah yang benar adalah disertai iman dan perbuatan, nasihat, sumbangan, dan pengorbanan (Muhammad : 31). Para pengikut harakah Islamiyah harus menjadi model di tengah masyarakat (Ar-Ra’d : 17). Ujian dalam kehidupan da’I berubah menjadi dalah satu unsur dalam proses seleksi dan sarana peningkatan dan pembersihan (Al-Anbiya’ : 35). Di mana ujian seorang da’I adalah bujukan dan rayuan yang menggiurkan dan berbagai macam terror, intimidadi, dan penyiksaan.
6. Saya harus memahami pilar-pilar perjuangan Islam
Ada tiga pilar yang mendukung keberhasilan perjuangan Islam yang harus diketahui oleh segenap aktivis, yaitu :
a. Tujuan yang jelas, yaitu mengarahkan manusia agar menyembah Allah. (Adz-Dzariyat : 56)
b. Jalan yang jelas, yaitu berjuang untuk Islam menerapkan syariat Allah di bumi ini.
c. Tabiat perubahan, yaitu perubahan utnuk menolak akulturasi dengan nilai-nilai Jahiliyah dan system positif buatan manusia.
d. Tabiat totalitas, yaitu memberikan seluruh potensi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan besar yang dicanangkan.
e. Tabiat universalitas, yaitu perjuangan Islam harus menembus tingkat universal.
Jalan dakwah Rasulullah :
- Mendeklarasikan penghambaan diri kepada Allah sejak hari pertama melakukan tanpa diselimuti kepura-puraan dan sikap plin-plan agar tujuan dakwah tampak jelas.
- Membangun komunitas haraki
- Melawan jahiliah secara total, tapi penuh perhitungan.
7. Saya harus memahami syarat-syarat baiat dan keanggotaan
a. Mengutamakan kualitas, bukan kuantitas.
b. Masalah baiat dan hukumnya menurut Islam. Baiat adalah janji setia dan merupakan sunah Nabi
c. Masalah ketaatan dan hukumnya menurut Islam. hukum taat adalah wajib selama bukan dalam perkara maksiat atau mendorong kepadanya (An-Nisa : 59)
d. Rukun-rukun baiat
· Al-Fahmu, yaitu meyakini bahwa fikrah kita adalah islami.
· Al-Ikhlas, yaitu setiap ucapan, perbuatan, dan jihad seorang akh muslim hanya ditujukan untuk Allah
· Al-‘Amal, yaitu memperbaiki diri sendiri, membangun keluarga muslim, membimbing masyarakat, membebaskan Negara, meluruskan pemerintahan dan berjuang membangun kempbali struktur global umat islam.
· Al-Jihad
· At-Tadhiyyah, yaitu mengorbnankan diri, harta, waktu, dan kehidupan serta segala sesuatu yang dimiliki untuk tujuan.
· At-Tha’ah, ayitu mematuhi dan melaksanakan perintah.
· Ats-Tsabat (teguh)
· At-Tajarrud (totalitas), yaitu percaya dengan fikrah sacara total dan tidak tergoda dengan pemikiran atau ketokohan siapapun.
· Al-ukhuwah, hati dan jiwa yang terikat dalam ikatan aqidah.
- Ukhuwah mendukung ketaatan kepada Allah
- Ukhuwah adalah manifestasi solidaritas jiwa.
- Ukhuwah adalah manifestasi materi
- Ukhuwah adalah tanggung jawab social
- Ukhuwah adalah manifestasi kehangatan, cinta, dan tolong-menolong
- Ukhuwah adalah manifestasi kecemburuan dan kesetiaan.
· Ats-Tsiqah, yaitu jundi (anggota) manaruh kepercayaan kepada qiyadah (pimpinan)nya.
e. Kewajiban-kewajiban seorang akh
1. Mengamalkan wirid harisn
2. Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, juga mendengarkan, dan merenungkan makna-maknanya.
3. Mengontrol kesehatan
4. Tidak berlebihan mengkonsumsi minuman berkafein
5. Peduli terhadap kebersihan
6. Jujur dalam berbicara
7. Menepati sumpah, janji, dan pernyataan.
8. Berani dan tabah
9. Tampil berwibawa dan selalu sungguh-sungguh
10. Memiliki rasa malu yang kuat, peka, cepat terkesan dengan kebaikan maupun kejelekan.
11. Adil
12. Semangat tinggi dan melayani keperluan orang banyak.
13. Memiliki hati yang penuh kasih saying, tebuka, dam lapang dada.
14. Pandai membaca dan menulis.
15. Memiliki profesi berorientasi profit.
16. Jangan mau menjadi pegawai negeri
17. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaan
18. Sanggup menuntu hakmu dengan baik dan memenuhi hak orang lain
19. Menjauhi perjudian
20. Menghindari riba
21. Turut serta mengembangkan kekayaan dunia Islam dengan mendukung produk dan sumber ekonomi Islam
22. Berzakat dan berinfak
23. Menabung
24. Menyemarakkan tradisi Islam
25. Memboikot mahkamah sipil dan pengadilan yang tidak sesuai dengan syariat islam
26. Selalu merasa diawasi Allah
27. Bersuci dengan baik dan menjaganya
28. Melakukan shalat dengan baik
29. Puasa di bulan Ramadhan dan melaksanakan haji
30. Selalu menyertakan niat berjihad dan mencintai mati syahid.
31. Senantiasa bertaubat dan mohon ampun kepada Allah.
32. Berjihad melawan nafsu
33. Menjauhi minuman keras
34. Jangan berteman dengan orang yang suka berbuat dosa dan maksiat
35. Memberantas tempat hiburan yang tidak sehat
36. Kenali anggota katibahmu (kelompok) satu per satu dengan baik
37. Melepaskan hubungan dengan setiap organisasi atau kelompok selama keberadaanmu di sana tidak emmberi dampak positif kepada fikrah, apalagi jika engkau disuruh untuk melepaskannya
38. Berusaha menyebarkan dakwah