JellyPages.com

Minggu, 30 November 2014

3 hari yang sibuk untuk Rani

Rani, seorang mahasiswi di salah satu kampus yang bisa di bilang cewek humoris ini ternyata bisa galau juga.

Belum lama ini, Rani sibuk. Sibuk mempersiapkan perlengkapan untuk penataran yang berada diluar Jakarta, tepatnya daerah Bogor, Jawa Barat. Rani baru mempersiapkan perlengkapan itu sejak H-1. Tidak terbayang betapa repotnya dia ketika harus mempersiapkan perlengkapan yang harus dibawa, apalagi perlengkapan yang belum ada ditangan.

Dari awal, Rani terlihat berminat untuk ikut acara penataran itu karena menurut Rani acara itu membuat wawasan menjadi bertambah, teman juga bertambah dan yang terpenting pengalaman.

Sebelum ikut acara itu Rani dan teman-temannya mendaftar agar ikut dalam acara tersebut. Pendaftaran berada dalam area kampus, tepatnya di lobby. Ketika Rani dan teman-temannya berjalan menuju lobby, terlihat banyaknya kakak senior dan teman seangkatan yang ramai berada di loket pembayaran tersebut. Rani dan temannya sempat ragu karena ramai pasti akan ngantri panjang.

"Yah rame banget, pasti ngantri deh" celetuk Risma, teman Rani

"Iya rame banget nanti aja kali yah abis keluar kelas daftarnya" balas Maya yang juga teman Rani.

"Kelamaan kalo nunggu keluar kelas yang ada kuotanya nanti penuh duluan" sanggah Rani begitu semangat.

Akhirnya mereka segera berjalan menuju loket, karena sedikit lagi ada kelas mereka jalan terburu-buru. Dan sesampainya di loket untungnya mereka tidak perlu repot-repot mengantri karena ada kakak senior yang memegang kertas pendaftaran, namanya kak Ika. Kak Ika bertanya siapa nama mereka dan juga asal kelas mereka. Setelah nama mereka tercatat, mereka berbincang sebentar dengan kakak Ika dan beberapa kakak senior yang menemani kak Ika mencatat pendaftaran.

Namun tidak lama kemudian ada sebagian lagi kakak senior yang mulai datang menghampiri loket ingin melihat siapa saja peserta yang ikut. Diantara kakak-kakak senior itu, ada satu kakak senior yang terlihat menatap berbeda terhadap Rani.
Kakak itu berdiri tepat disebelah kiri Rani, bertanya perihal nama dan kelas juga. Terlihat kakak itu mengenal Rani lebih dalam padahal Rani hanya mengenal dia sebagai kakak seniornya. Namanya kak Agas.

Sebelumnya Rani dan kak Agas memang pernah bertegur sapa melalui text messenger, namun Rani belum mengetahui jelas orangnya. Dan ternyata kakak Agas itulah orangnya.

"De sombong banget sih" utas kak Agas

"Loh sombong kenapa kak?" Jawab Rani.

"Gapernah text-an lagi nih huuu" dengan wajah sedikit kecewa kakak itu menjawabnya.

"Maaf kak, maklum lagi sibuk" jawab Rani sambil bercanda.

Karena pada saat itu Rani ingin ke toilet, Rani segera menarik tangan Risma dan Maya sambil berjalan perlahan dan Rani hanya menjawab pertanyaan kak Agas dengan singkat.

Dengan jarak yang cukup jauh suara kakak itu terdengar lebih kencang.
"Yaudah de nanti text-an lagi dong" kata kak Agas.

"Iya kak atur aja" dengan singkat Rani menjawab dan segera berlari menuju toilet.

Ketika didalam toilet sekilas Rani memikirkan entah...
-Cewek itu rata-rata gengsi loh buat memulai duluan, tapi kenapa cowok gapernah peka ya? Seharusnya cowok yang memulai duluan- kata Rani dalam hati.

Sambil memikirkan, sambil tersenyum dan sambil melihat ke arah cermin panjang yang terlihat menempel di dinding tepat berada diatas westafel. Risma dan Maya yang terlihat sedang merapihkan pakaian melihat ke arah kaca. Dan Maya yang ikut tersenyum ketika melihat Rani tersenyum.
"Cieee Rani senyam-senyum aja lagi mikirin apa tuh? Cie cie" sambil menyenggol Rani.

"Eh engga mikirin apa-apa kok" dengan muka yang memerah Rani menjawab.

"Pasti mikirin kak Agas tuh cie cie" sambung Risma.

"Ih apasih kalian, gak mikirin apa-apa kok. Udah yuk ke kelas nanti keburu dosennya dateng" jawab Rani dengan mengalihkan pembicaraan.

Mereka pun segera menuju ke ruang kelas yang berada di lantai 4. Berlarian naik tangga dan untungnya dosennya belum datang.

Tidak lama kemudian dosen pun datang dan kegiatan belajar mengajar dilanjutkan hingga mata pelajaran selesai. Dan semua bergegas pulang.

Sesampainya dirumah Rani langsung mencharger hpnya karena sedari kampus hpnya low. Ketika dilihat ada sebuah text dari kak Agas. Namun karena Rani baru pulang ia masih sibuk dan baru bisa membalas textnya ketika Rani sedang lengang. Obrolan pun berlanjut hingga Rani tertidur.

****

Keesokan harinya, Rani kembali ngampus. Ketika ia baru saja datang, tiba-tiba ada temannya Rani yang bernama Rifa dan Tiwi menghampiri Rani dan menyampaikan sesuatu.

"Ran tadi di cariin". Kata Rifa

"Sama siapa?" Jawab Rani.

"Sama kak Agas. Cie cieee". Balas Rifa.

"Ih apaan sih, hoax". Jawab Rani

"Beneran deh Ran, tadi gue abis mampir ke organ sama Tiwi, terus kak Agas nyariin lo, kalo gak percaya tanya aja Tiwi". Balas Rifa dengan tegas.

"Iya yaudah deh makasih Rif". Dengan wajah heran Rani menjawabnya.
Rani masih heran kenapa kak Agas menanyakan dia.

Dan tak lama kemudian pelajaran dimulai. Ketika itu Rifa yang melihat Rani senyam-senyum lalu mengisyaratkan bahasa tubuh seperti menyebut nama kak Agas.
Rani melihat dengan wajah agak jutek karena setiap kali melihat kearah Rifa selalu saja mengisyaratkan itu hingga Rani jenuh.

***

Kelas pertama pun selesai dan waktunya istirahat. Rani dan teman-temannya segera bergegas menuju suatu tempat makan terdekat di kampus...

Setelah mereka makan masih banyak waktu luang sambil menunggu kelas berikutnya. Dan akhirnya salah satu dari mereka ada yang mengusulkan untuk mampir ke organ dan akhirya bergegaslah mereka.

Sesampainya di organ, terlihat banyak kakak senior yang sedang ngumpul. Dan mereka pun masuk ke dalam ruang organ tersebut dan mengambil posisi duduk. Tak lama kemudian kak Agas datang. Seketika organ menjadi ramai karena kebawelannya kak Agas. Kak Agas mengambil posisi duduk berada disebelah kanan Rani dengan jarak dua orang diantara mereka. Dan semua yang ada di dalam organ pun berbincang dan bercanda-canda.
Namun dalam suasana itu Rani terlihat canggung. Entah mengapa. Rani hanya berani memandang lurus yang didepannya ada Maya.

Tak lama kemudian kak Agas pindah posisi duduk dan mengambil posisi disebelah kiri Rani, tepat disebelah kiri Rani tanpa ada seseorang yang membuat jarak diantara mereka. Rani semakin canggung dan dia hanya terdiam. Lalu Rani melihat jam dan jam sudah menunjukkan waktunya masuk kelas. Ketika itu Rani dan teman-temannya bergegas keluar ruang organ dan menuju ruang kelas. Ditengah perjalanan menuju kelas, Maya menyampaikan sesuatu kepada Rani.

"Ran tau gak selama kita ngobrol tadi kak Agas ngelirik ke arah lo terus tau".

"Apasih May ngaco deh". Sanggah Rani

"Serius Ran, lirikannya itu lirikan yang beda. Keliatan kok dari bola matanya". Maya menegaskan hal itu.

"Rajin banget sih May sampe ngeliatin segitu jelasnya". ujar Rani

"Yaiyalah gue kan daritadi ngeliatin antara lo sama kak Agas. Tiap kak Agas ngomong pasti ngelirik dan lo malah ngeliat lurus kearah gue terus". ujar Maya

Namun Rani tidak terlalu memikirkan dengan apa yang dikatakan Maya. Rani hanya menganggap itu dengan biasa.

Entahlah antara Rani terhadap kak Agas seperti apa. Dan kak Agas terhadap Rani pun seperti apa. Bagi Rani sulit untuk dijelaskan.